Gaya Belajar Anak Membantu Berprestasi

MataGuru.com – Bagi Orang Tua, mengenal gaya belajar anak adalah sebuah keharusan. Gaya belajar setiap anak sangat berbeda-beda tergantung dari karakter anak itu sendiri.

Terkadang saat anak tidak mampu untuk memahami suatu materi disekolah, orang tua langsung terpikirkan untuk memberi les privat kepada anak-anaknya. Tetapi ada kalanya, les privat justru tidak diinginkan oleh si anak dan merasa menjadi sebuah beban mental untuk si anak, karna waktu bermaiinya akan berkurang.

Ketika anak tidak mampu untuk memahami suatu materi pelajaran disekolah, bisa jadi disebabkan oleh cara atau gaya yang digunakan dalam menyampaikan sebuah materi pelajaran. Setiak orang / anak memiliki kemampuan berbeda-beda dalam menyerap sebuah inormasi atau materi pelajaran sekolah.

Sebagian siswa dapat menguasai materi dengan mereka baca atau dengan melihat. Tapi ada juaga sebagian cukup degan mendengar saja anak sudah dapat memahami, dan ada juga yang harus mengalaminya.

Ada pula yang menuliskan atau menggambarkan materi yang dihadapi untuk kemudian barulah mereka dapat menyerap atau memahami materi tersebut.

Perbedaan karakter pada cara bejar anak inilah yang melatarbelakangi inilah yang nantinya akan mempengaruhi gaya belajar setiap anak berbeda.

Beberapa Gaya Belajar Anak

Secara umum gaya belajar anak dapat dikelompokkan menjadi 3, dan gaya mempunyai keunikan dan menuntut cara khusus sebagai solusinya.

1. Anak Visual

Gaya belajar visual adalah gaya belajar yang mengandalkan apa yang mereka lihat, seperti gambar, tabel, film, ataupun infografik. Anak akan cepat sekali memahami materi bila ia melihat dan meyaksikan sesuatu.

Bantu anak belajar dengan mencarikan tabel-tabel atau infografis yang ada diinternet, supaya anak cepat memahami suatu materi. Arahkan anak untuk menulis tentang apa yang dipahami dalam buku dengan pensil warna-warni supaya si anak mudah untuk mengingatnya.

Contoh lainnya adalah ketika anak akan memahami proses terjadinya hujan, ajaklah anak untuk melihat air yang mendidih di panci, kemudian anak diajak mengamati tetesan uap yang jatuh dari tutup panci ketika suhu disekitarnya sudah dingin.

Ciri Anak dengan karakter atau tipe ini biasanya anak akan cenderung rapi, teratur dan ‘necis’ dalam berpakaian. Memperhatikan detail tentang segala hal yang berkaitan dengan penampilan.

Sebagai orang tua sering kita memujinya sebagai anak yang sangat teratur dan paling rapi dikelas. Karena ia sanggup duduk memperhatikan guru mengajar dengan baik.

Hanya saja saat dalam kelompok ia tidak begitu banyak bicara dan cenderung pendiam, dan ketika mendapat instruksi, ia akan menunggu teman-temannya bergerak barulah ia mengikuti.

2. Anak Auditory/Audio

Pendengaran menjadi kekuatan utama anak untuk belajar. Anak akan akan cepat mengingat dari apa yang dia dengar dari pada apa yang dia lihat dan rasakan.

Anak dengan gaya audio, ketika membaca pelajaran, dia akan membaca keras-keras. Jangan dimarahi, karena dia sedang mengandalkan pendengarannya untuk dapat mengingat apa yang dia baca.

Sebagai orang tua, bisa membatu anak dengan menguji pemahaman anak dengan pertanyaan kecil seputar materi yang dipelajari. Ketika di sekolah, sebaiknya mintalah anak untuk duduk di depan supaya bisa mendengarkan dengan baik.

Dengan contoh proses terjadinya hujan, Orang tua bisa mengatakan “Air yang menguap dari kolam itu sekarang menjadi hujan setelah titik-titik uapnya yang terkumpul di awan itu terkena angin dan menjadi dingin.”

Latih anak untuk menuulis kembali apa yang dia dengar, supaya lebih memahami dan mengingat pelajaran.

Ciri anak Audio adalah senang ngobrol dengan teman-temannya. Anak audio tidak akan memperhatikan papan pengumuman, tetapi dia lebih suka membicarakan atau diajak ngobrol tentang isi pengumuman di pojok kelas.

3. Anak Kinestis-taktil

Anak Kinestis adalah anak yang mengandalkan gerakan atau melakukan sesuatu untuk memahami suatu materi. Metode praktek akan akan sangat cepat untuk dipahami, seperti praktek di laboratorium, bermaik drama, dan sebagainya.

Ciri yang nampak dari anak dengan gaya ini, adalah ketika guru menerangkan si anak akan memaminkan pensilnya, atau ketika dia berhitung, amak akan mengerakkan jari-jarinya.

Anak kinestis seperti tidak fokus, dia terus mengerakan mulai kaki dan tangannya. Cara mudah supaya anak dapat focus saat membaca adalah minta anak untuk menggunakan jarinya menunjuk huruf yang dia baca. Cara ini sangat membatu, karena merasa sedang menelusuri sesuatu.

Dengan Contoh proses terjadinya hujan. orang tua dapat memberikan pada anak kartu urutan proses terjadinya hujan, acaklah kartu tersebut dan kemudian minta ia menempelkannya pada sebidang kertas atau papan tulis. Yang penting anak bergerak dari tempat semula dia duduk. Alat peraga adalah solusi tepat yang menjadi teman belajarbagi anak dengan gaya belajar tipe Kinestis.

Yang perlu diingat sebagain besar anak berlajar dari gabungan gaya-gaya belajar diatas. Itu lebih bagus dan bukan menjadi suatu masalah. Yang terpenting lagi adalah anak merasa nyaman saat belajar.

Demikian ulasan gaya belajar anak dari MataGuru.com, semoga bermanfaat. gunakan sesuai kemampuan anak supaya lebih efektif.

Jangan panik bila anak mempunyai nilai yang masih kurang memuaskan, karena setiap anak mempunyai bakat dan minat sendiri-sendiri. Tugas orang tua hanya mengarahkan bakat dan kemampuan supaya pontensi anak dapat berkembang dengan baik.